MAKALAH KATA PENGHUBUNG
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Tata bahasa merupakan suatu
himpunan dari patokan-patokan dalam stuktur bahasa. Stuktur bahasa itu meliputi
bidang-bidang tata bunyi, tata bentuk, tata kata, dan tata kalimat serta tata
makna. Dengan kata lain bahasa meliputi bidang-bidang fonologi, morfologi, dan
sintaksis (Keraf, 1994:27).
Kata
penghubung adalah kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan kata dengan
kata, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat (Chaer, 2000:140).
Dari pengertian tersebut, maka kata penghubung sangatlah diperlukan untuk memperjelas kalimat, karena kata penghubung merupakan rambu-rambu bahasa tulis yang berpengaruh dalam pembuatan kalimat atau karangan. Suatu karangan deskripsi akan sulit dimengerti jika dalam karangan deskripsi tidak dibubuhi kata penghubung.
Dari pengertian tersebut, maka kata penghubung sangatlah diperlukan untuk memperjelas kalimat, karena kata penghubung merupakan rambu-rambu bahasa tulis yang berpengaruh dalam pembuatan kalimat atau karangan. Suatu karangan deskripsi akan sulit dimengerti jika dalam karangan deskripsi tidak dibubuhi kata penghubung.
Siswa
sering sekali kurang dalam pemahaman kata penghubung dalam suatu karangan,
padahal setiap hari mereka di sekolah pasti akan bertemu dengan kegiatan
menulis dan membaca, baik itu membaca buku pelajaran atau menulis suatu
karangan.
Walaupun banyak buku yang mengulas pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar, akan tetapi kenyataannya masih sering dijumpai dalam penggunaan kata penghubung yang tidak tepat. Salah satu penyebabnya menurut tata bahasa baku adalah tidak mengenalnya strategi pembuatan kalimat.pembuatan makalah ini selain untuk memenuhi tugas bahasa indonesia, namun dijadikan juga sebagai pengetahuan pemakaian tata bahasa yang baik dan benar.
Walaupun banyak buku yang mengulas pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar, akan tetapi kenyataannya masih sering dijumpai dalam penggunaan kata penghubung yang tidak tepat. Salah satu penyebabnya menurut tata bahasa baku adalah tidak mengenalnya strategi pembuatan kalimat.pembuatan makalah ini selain untuk memenuhi tugas bahasa indonesia, namun dijadikan juga sebagai pengetahuan pemakaian tata bahasa yang baik dan benar.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian sebagaimana telah
dikemukakan pada latar belakang masalah yang berkaitan dengan kata penghubung,
maka dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut:
-
Bagaimana cara
penggunaan kata penghubung yang baik dan benar ?
C.
Tujuan
Mengetahui
dan menerapkan cara penggunaan kata
penghubung yang baik dan benar dalam kehidupan sehari –hari.
D.
Manfaat
Pembuatan
makalah mengenai kata penghubung ini diharapkan mampu membuat pembacanya
memahani dan menguasai penggunaan kata penghubung yang baik dan benar.
E. Metode
penulisan
Penulisan ini menggunakan metode qualitative
research. Dalam pengumpulan data-data dalam penelitian ini penulis menggunakan
studi kepustakaan (library research), dengan
merujuk kepada artikel, buku-buku, internet, dan berita-berita media yang
relevan. Dalam pengumpulan data-data tersebut penulis lebih mengacu kepada
data-data dari internet dan buku-buku, karena keterbatasan Penulis dalam
mencari data-data yang original.
F. Sistematika Penulisan
BAB I :
PENDAHULUAN
Pada bagian pendahuluan ini penulis
memaparkan latar belakang, tujuan dan manfaat penulisan, metode penulisan dan
sistematika penulisan.
BAB II
: ISI
Pada bagian isi, penulis akan memaparkan
Bentuk dan Sifat Penelitian Qualitatif
PENUTUP :
KESIMPULAN
Pada bagian
penutup penulis akan menutup makalah ini dengan kesimpulan-kesimpulan yang
tetap mengacu kepada isi makalah
BAB
II PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
Kata Penghubung
Kata
penghubung disebut juga konjungsi atau kata sambung. Kata penghubung adalah
kata tugas yang fungsinya menghubungkan antarklausa, antarkalimat, dan
antarparagraf. Kata penghubung antarklausa biasanya terletak di tengah-tengah
kalimat, sedangkan kata penghubung antarkalimat di awal kalimat ( setelah tanda
titik, tanda tanya, dan tanda seru ), adapun kata penghubung antarparagraf
letaknya di awal paragraf.[1][1]
2.2Macam-macam
kata penghubung dan fungsinya :
Macam-macam kata
penghubung berdasarkan fungsinya:
1) Kata
penghubung aditif (gabungan).
Kata
penghubung koordinatif yang menghubungkan satuan kebahasaan yang sejajar, atau
sederajat. Contohnya kata: dan, lagi, lagipula, serta.
2) Kata
penhubung pertentangan.
Kata
penghubung koordinatif antar kalimat yang sederajat, namun mempertentangkan kedua
bagian tersebut. Dengan kalimat kedua menduduki posisi yang lebih penting
daripada yang pertama. Contohnya kata: tetapi, akan tetapi, melainkan,
sebaliknya, sedangkan, padahal, dan namun.
3) Kata
penghubung disjungtif (pilihan)
Kata
penghubung koordinatif yang menggabungkan unsur sederajat dengan salah satu
dari dua hal atau lebih. Contoh kata: atau, atau …atau.., maupun, baik…baik,
dan entah…entah.
4) Kata
penghubung temporal (waktu)
Kata
penghubung yang menjelaskan hubungan waktu antara dua hal dan peristiwa.
Kata-kata konjungsi itu ada yang menghubungkan hal-hal yang setara .Contoh
kata: apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai,
sedari, sejak, selama, semenjak, semantara, seraya, waktu, setelah, sesudah,
dan tatkala. Sementara konjungsi yang menggambarkan hubungan yang bertingkat
adalah kata: sebelumnya dan sesudahnya.
5) Kata
penghubung final (tujuan)
Merupakan
kata penghubung modalitas yang menjelaskan maksud dan tujuan suatu acara atau
tindakan. Contoh kata yang dipakai: supaya, untuk, agar, dan guna.
6) Kata
penhubung sebab (kausal)
Menjelaskan
bahwwa suatu peristiwa atau tindakan terjadi atas sebab tertentu, contoh kata
yang digunakan: sebab, sebab itu, karena, dan oleh karena itu.
7) Kata
penghubung akibat (konsekutif)
Konjungsi
yang menggambarkan suatu peristiwa atau tindakan terjadi atas sebab peristiwa
lain. Konjungsi yang dipakai adalah sehingga, sampai, dan akibatnya.
8) Kata
penghubung syarat (kondisional)Konjungsi syarat yang menjelaskan suatu
hal
bisa terpenuhi apabila syarat yang ada dipenuhi atau dijalankan. Contoh kata
yang
digunakan
adalah jika, jikalau, apabila, asalkan, kalau, dan bilamana.
9).Kata
penghubung tak bersyarat
Kata
penghubung yang menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi dengan sendirinya,
tanpa syarat-syarat yang harus dipenuhi. Contoh kata:walaupun, meskipun, dan
biarpun.
10) Kata
penghubung perbandingan
Kata
penghubung perbandingan yang berfungsi menghubungkan dua hal dengan cara memperbandingkan
dua hal tersebut. Contoh kata: sebagai, sebagaimana, seperti, bagai, bagaikan,
seakan-akan, ibarat, umpama, dan daripada.
11) Kata
penghubung korelatif
Kata
penghubung yang menghubungkan dua buah kalimat yang memiliki hubungan
sedemikian rupa sehingga salah satu mempengaruhi atau melengkapi yang lain.
Contoh kata: semakin... ,…kian…, bertambah..., tidak hanya…, tetapi juga…,
sedemikian rupa…, sehingga …, baik…, dan maupun….
12) Kata
penghubung penegas (menguatkan atau mengintensifkan)
Konjungsi
ini berfungsi sebagai menegaskan atau meringkas suatau hal yang telah disebut
sebelumnya. Contoh kata: apalagi, yakni, yaitu, umpama, misalnya, ringkasnya,
dan akhirnya.
13) Kata
penghubung penetapan
Konjungsi
ini berfungsi unuk menegaskan atau meringkas suatu bagian kalimat yang telah
disebut sebelumnya. Termasuk konjungsi hal-hal yang berupa rincian. Contoh
kata: bahkan, apalagi, yakni, yaitu, umpama, misalnya, ringkasnya, dan
akhirnya.
14) Kata
penghubung pembenaran (konsesif)
Konjungsi
penjelas yang berfungsi menggabungkan suatu kalimat dengan bagian
penjelasnnya. Contoh kata: bahwa.
15) Kata
penghubung urutan
Konjungsi
yang menyatakan urutan suatu hal. Contoh kata: mula-mula, lalu, kemudian.
16) Kata
penghubung pembatasan
Kata
penghubung yang menyatakan pembatasan terhadap sesuatu hal atau dalam
batas-batas mana perbuatan dapat dilakukan. Contoh kata: kecuali, selain,
asal.
17) Kata
penghubung penanda
Konjungsi
ini menyatakan penandaan terhadap sesuatu hal. Kata-kata yang ada dalam
konjungsi ini adalah misalnya, umpama, dan contoh. Konjungsi lain yang
termasuk dalam jenis ini adalah konjungsi pengutamaan. Contoh kata: yang
penting, yang pokok, paling utama, dan terutama.
18) Kata
penghubung situasi
Konjungsi
yang menggambarkan suatu perbuatan yang terjadi, atau berlangsung dalam
keadaan tertentu. Contoh kata: sedang, sedangkan, padahal, dan sambil.[2][7]
2.3.
Penggunaan konjuksi antar klausa, antar kalimat dan paragraf
a.Kata Penghubung Interkalimat
Kata penghubung antar kalimat
(antar klausa) adalah kata yang menghubungkan klausa induk dan klausa anak.
Dalam antar kalimat
(antar klausa) juga ada 2 jenis kata penghubung atau konjungsi, yaitu:
1) Konjungsi
koordinatif, yaitu kata penghubung yang menghubungkan dua klausa atau lebih
yang memiliki status sederajat, diantaranya : dan, atau, tetapi, sedangkan,
melainkan, lalu, kemudian, melainkan, padahal.
Contoh
:
a.
Paman memberi uang kepada Ani dan Ari.
b. Pandu anak
yang pintar, tetapi kurang teliti dalam bekerja.
c. Kami datang
ke rumah Riyan, lalu menanyakan keadaan Riyan pada ibunya.
2) Konjungsi
subordinatif, yaitu kata penghubung yang menghubungkan dua klausa atau lebih
yang tidak sama derajatnya.
Berikut
adalah jenis-jenis konjungsi subordinatif:
|
Jenis
|
Contoh
|
|
1. 1.Hubungan
waktu
|
Sesudah, setelah, sebelum
sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, sementara, sambil, seraya, selagi,
selama, sehingga, sampai
|
|
2. Hubungan syarat
|
Jika, kalau, jikalau, asal(kan),
bila, manakala
|
|
3. 3.Hubungan
pengandaian
|
Anadaikan, sekiranya, seandainya,
seumpamanya
|
|
4. 4.Hubungan
tujuan
|
Agar, biar, supaya
|
|
5. 5.Hubungan
konsesif
|
Biarpun, meskipun, sekalipun
walau(pun), sunguhpun, kendatipun
|
|
6. 6.Hubungan
pemiripan
|
Seakan-akan, seolah-olah,
sebagaimana, seperti, sebagai, laksana
|
|
7.7. Hubungan
penyebaban
|
Sebab, karena, oleh karena
|
|
8.8. Hubungan
pengakibatan
|
Sehingga, samapai(-sampai),
maka(-nya)
|
|
9. 9.Hubungan
penjelasan
|
Bahwa
|
|
1 10. Hubungan cara
|
Dengan
|
Contoh :
a. Rendy bangun
terlambat sehingga ia terlambat sampai sekolah.
b. Dia
berdeklamasi seperti seorang penyair kendang.
c.
Ayah pergi ke Kantor walaupun badannya kurang sehat.
Dalam bahasa
Indonesia, ada sejumlah kata (di antaranya kata penghubung intrakalimat) yang
didahului tanda koma. Kata-kata itu didaftarkan berikut ini.
...,
padahal ... ..., sedangkan ......, seperti ......, tetapi ......, yaitu/yakni
...[3][2]
Ada pula
sejumlah kata dalam bahasa Indonesia yang tidak didahului tanda koma, tetap
dalam kenyataannya sering disangka didahului koma. Mengapa demikian? Karena
sebelum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan diberlakukan (1972),
kata-kata itu selalu didahului koma. Akan tetapi, menurut kaidah Ejaan Bahasa
Indonesia yang Disempurnakan kata-kata itu [sekarang] tidak perlu didahului
koma. Kata-kata itu didaftarkan berikut ini.
...
bahwa ...... karena ...... maka ...... sehingga ...
b.Kata
Penghubung Antarkalimat
Ada sejumlah
kata/frasa penghubung antar kalimat dalam bahasa Indonesia yang diikuti tanda
koma jika digunakan pada awal kalimat. Kata-kata dan frasa-frasa tersebut
didaftarkan berikut ini.
Agaknya, ...Akan tetapi,
...Akhirnya, ...Akibatnya, ...Artinya, ...Biarpun begitu, ...Biarpun
demikian, ...Berkaitan dengan itu,
...Dalam hal ini, ...Dalam hubungan ini, ...Dalam konteks ini, ...Dengan
demikian, ...Dengan kata lain, ...Di samping itu, ...Di satu pihak, ...Di pihak
lain, ...Jadi, ...Jika demikian, ...Kalau begitu, ...Kalau tidak salah,
...Kecuali itu, ...Lagi pula, ...Meskipun begitu, ...Meskipun demikian,
...Namun, ...Oleh karena itu, ...Oleh sebab itu, ...
Pada dasarnya, ...Pada hakikatnya, ...Pada prinsipnya, ...Sebagai kesimpulan, ...Sebaiknya, ...
Sebaliknya, ...Sebelumnya, ...Sebenarnya, ...Sebetulnya, ...Sehubungan dengan itu, ...Selain itu, ...Selanjutnya, ...Sementara itu, ...Sesudah itu, ...Setelah itu, ...Sesungguhnya, ...Sungguhpun begitu, ...Sungguhpun demikian, ...Tambahan lagi, ...Tambahan pula, ...Untuk itu, ...Walaupun demikian, ...[4][3]
Pada dasarnya, ...Pada hakikatnya, ...Pada prinsipnya, ...Sebagai kesimpulan, ...Sebaiknya, ...
Sebaliknya, ...Sebelumnya, ...Sebenarnya, ...Sebetulnya, ...Sehubungan dengan itu, ...Selain itu, ...Selanjutnya, ...Sementara itu, ...Sesudah itu, ...Setelah itu, ...Sesungguhnya, ...Sungguhpun begitu, ...Sungguhpun demikian, ...Tambahan lagi, ...Tambahan pula, ...Untuk itu, ...Walaupun demikian, ...[4][3]
Berikut adalah
contoh konjungsi antarkalimat.[5][4]
|
Contoh
|
Makna
|
|
1) Biarpun demikian/begitu
sekalipun demikian/begitu walaupun
demikian/begitu, meskipun demikian/begitu
|
Menyatakan kesediaan untuk
melakukan sesuatu yang berbeda atau pun bertentangan dengan yang dinyatakan
pada kalimat sebelumnya
|
|
2) Kemudian, sesudah itu, setelah
itu, selanjutnya
|
Menyatakan kelanjutan dari
peristiwa atau keadaan pada kalimat sebelumnya
|
|
3) Tambahan pula, lagi pula,
selain itu
|
Menyatakan adanya hal, peristiwa,
atau keadaan lain di luar dari yang telah dinyatakan sebelumnya.
|
|
4) Sebaliknya
|
Mengacu ke kebalikan dari yang
dinyatakan sebelumnya
|
|
5) Sesungguhnya, bahwasanya
|
Menyatakan keadaan yang
sebenarnya.
|
|
6) Malah(-an), bahkan
|
Menguatkan keadaan yang
dinyatakan sebelumnya
|
|
7) (akan) tetapi, namun, kecuali
itu
|
Menyatakan keadaan pertentangan
dengan keadaan sebelumnya
|
|
8) dengan demikian
|
Menyatakan konsekuensi
|
|
9) oleh karena itu, oleh sebab
itu
|
Menyatakan akibat
|
|
10) sebelum itu
|
Menyatakan kejadian yang
mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya
|
c Kata Penghubung Antarparagraf
Sebuah paragraf
lazimnya disusun oleh kalimat-kalimat yang satu sama lain berhubungan sehingga
membentuk kesatuan yang bersifat kohesif dan koheren.[6][5] Kalimat-kalimat itu
dipertalikan dengan berbagai piranti yang cukup banyak (tidak kurang dari 15)
jenisnya.[7][6] Salah satu alat pemadu
kalimat-kalimat pembangun paragraf itu adalah penghubung antarkalimat atau
lazim juga disebut ungkapan penghubung. Dalam kaitannya dengan perangkaian
dengan penghubung antarkalimat, kata di mana yang merupakan penerjemahan
langsung dari bahasa Inggris where juga menampakkan pengaruhnya.
Kata
penghubung yang menghubungkan paragraf sebelumnya dengan paragraf berikutnya.
Kata penghubung ini ditandai oleh kata (a) adapun, mengenai serta (b) alkisah,
konon.
Kelompok
kata penghubung (a) sering digunakan di dalam bahasa Indonesia. Kelompok kata
(b) umumnya terdapat pada naskah karya sastra lama.
Berikut adalah
contoh-contoh konjungsi yang lazim digunakan dalam hubungan antarparagraf.
a.
Konjungsi
yang menyatakan tambahan pada sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya.
Misalnya begitu pula, demikian juga, tambahan lagi, di samping itu, kedua, dan
akhirnya.
b. Konjungsi
yang menyatakan pertentangan dengan sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya.
Misalnya: bagaimanapun juga, sebaliknya, dan namun.
c.
Konjungsi
yang menyatakan perbandingan. Misalnya: sebagaimana dan sama halnya.
d. Konjungsi
yang menyatakan akibat atau hasil. Misalnya: oleh karena itu, jadi, dan
akibatnya.
e.
Konjungsi
yang menyatakan tujuan. Misalnya: untuk maksud itu, untuk mencapai hal itu,
dan untuk itulah.
f.
Konjungsi
yang menyatakan intensifikasi. Misalnya: ringkasnya, secara singkat, dan
pada intinya.
g. Konjungsi
yang menyatakan waktu. Misalnya: sementara itu, dan kemudian.
BAB
III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Kata penghubung
ialah kata atau kata-kata yang berfungi menghubungkan satuan gramatik yang satu
dengan yang lain untuk membentuk satuan gramatik yang lebih besar. Satuan yang
dihubungkan itu mungkin kalimat, klausa, frase, atau kata. Ditinjau dan
pertaliannya, kata penghubung dapat dibedakan menjadi tujuh belas pertalian,
yaitu: (1) pertalian penjumlahan, (2) pertalian perturutan, (3) pertalian
pemilihan, (4) pertalian perlawanan, (5) pertalian lebih, (6) pertalian waktu,
(7) pertalian perbandingan, (8) pertalian sebab, (9) pertalian akibat, (10)
pertalian syarat, (11) pertalian pengandaian, (12) pertalian harapan, (13)
pertalian penerang, (14) pertalian isi, (15) pertalian cara, (16) pertalian
pengecualian, dan (17) pertalian kegunaan.
Kata penghubung
adalah kata tugas yang berfungsi menghubungkan antar klausa, antar kalimat dan
antar paragraf sehingga dapat membentuk suatu cerita. kata penghubung dapat
disebut juga "kata sambung" atau "konjungsi".
3.2. Kritik dan
Saran
Makalah mengenai
kata penghubung ini diharapkan mampu menggerakkan hati para pembaca untuk
mempelajari dan menguasai serta menerapkan penggunaan kata penghubung yang baik
dan benar dalam melakukan rangkaian aktifitasnya. Pembuatan makalah ini
meskipun telah selesai ,namun masih memiliki kekurangan yang mungkin belum
diperhatikan secara teliti. Oleh karena itu ,masukkan –masukkan yang diberikan kiranya
dapat melengkapi tugas makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
[3]
Pamusuk Este, Buku Pintar Penyusunan Naskah, Jakarta:PT Gramedia
Pustaka Utama, 2005, hlm. 40 [4]
http://turalakpujingkai-ciamis.blogspot.com/2010/04/kata-penghubung.html
[2]
Ibid
[1] http://www.scribd.com/doc/14896521/KATA-PENGHUBUNG
[7]
http://www.e-li.org/main/pdf/pdf_281.pdf
[5]
Ramlan, M., Paragraf: Alur Pikiran dan Kepaduannya dalam bahasa Indonesia.
Yogyakarta: Andi, 1993, hlm. 25
[6]
Verschueren, J., Understanding Pragmatics. London: Arnold, 1999, hlm. 30
BIOGRAFI PENULIS
Nama : RAHMA SARITA
Tempat/Tgl.
Lahir :
Kelas :
Hobi :
Alamat :
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kahadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan ridho-NYA ,saya dapat
mengerjakan makalah mengenai kata penghubung ini.
Makalah
ini berisikan pengertian konjuksi, bentuk- bentuk dari kata penghubunng dan
fungsinya,serta penggunaan konjungsi antar kata , antar kalimat, serta antar
paragraf.
Makalah
ini dibuat untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia dan bertujuan sebagai salah satu sumber pembelajaran dalam
memperdalam pengetahuan mengenai konjungsi.Dengan adanya makalah ini diharapkan
para pembacanya dapat memahami dan mengembangkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kesadaran
akan kekurangan dalam pembuatan makalah ini tak lupa pula saya turut sertakan
karena ketidak telitian dalam proses pengerjaannya sehingga saya mohon untuk
dimengerti dan diberikan masukan.
Akhir
kata,semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pemakainya.
Meukek, 09
Februari 2016
Penyusun
MIRA NOVIZA
|
i
|
DAFTAR ISI
JUDUL
............................................................................................................i
KATA
PENGANTAR .....................................................................................ii
DAFTAR
ISI
.................................................................................................iii
BAB
I PENDAHULUAN ...............................................................................1
A. Latar Belakang
............................................................................1
B. Rumusan
Masalah
........................................................................1
C. Tujuan .........................................................................................1
D. Manfaat
........................................................................................2
E. Metodelogi Penelitian
………………………………………………….2
F.
Sistematika
Penulisan ………………………………………………….2
BAB
II PEMBAHASAN
..................................................................................3
A. Pengertian
Konjungsi
......................................................................3
B. Jenis- Jenis Konjungsi
....................................................................3
C. Penggunaan Konjungsi Antar Kata, Antar
Kalimat,dan Antar Paragraf ..6
BAB III
PENUTUP
...........................................................................................10
A. Kesimpulan
....................................................................................10
B.
Kritik dan Saran
.............................................................................10
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................11
BIODATA PENULIS
…………………………………………………………………12
Untuk File Word Nya Silakan Broo di sedot di MAKALAH KATA PENGHUBUNG
Mens Titanium - Home | TITanium Art
ReplyDeleteMens titanium hair titanium necklace. Titanium: Made from T-Shirts. The where can i buy titanium trim most popular items from 2020 ford edge titanium for sale T-Shirts in your collection. We'll update this page as we hear titanium shift knob back $44.99 · In titanium dab tool stock
bx325 Kickscrew japan,jordans canada,lowa schuhe,alexandermcqueenschoenen,boty lowa ,lacednz,rieker schoenen,stadiumgoodsaustralia,rieker sandali iu170
ReplyDeleteib274 nfl jerseys,Cheap Jerseys from china,wholesale jerseys,Cheap Jerseys from china,wholesale nfl jerseys,nfl shop,wholesale jerseys,cheap nfl jerseys,Cheap Jerseys free shipping uc293
ReplyDeletenb568 nfl jerseys,nfl shop,nfl jerseys,nfl shop,nfl jerseys,nfl jerseys,Cheap Jerseys from china,Cheap Jerseys china,nfl jerseys gi579
ReplyDelete