MAKALAH ARTI KEHIDUPAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Makna
hidup (the meaning of life) adalah hal-hal yang dianggap sangat penting
dan berharga serta memberikan nilai khusus bagi seseorang, sehingga layak
dijadikan tujuan dalam kehidupan (the purpose in life) (Bastaman, 2007).
Kebermaknaan hidup menurut Frankl (dalam Schultz, 1991) adalah sebagai suatu
usaha pemenuhan diri dan aktualisasi diri dengan tidak berfokus pada diri
melainkan dengan cara menghayati kualitas dan tujuan hidup. Makna hidup sangat
khas dan unik bagi setiap individu serta dapat dikemukakan dalam semua situasi
termasuk penderitaan dan kematian.
Makna
hidup dan sumber-sumbernya dapat ditemukan dalam kehidupan itu sendiri,
khususnya pada pekerjaan dan karya bakti yang dilakukan, serta dalam keyakinan
dan harapan dan kebenaran serta penghayatan atas keindahan, iman, dan cinta
kasih. Bila itu berhasil dipenuhi akan menyebabkan seseorang merasakan hidupnya
yang berarti dan pada akhirnya akan menimbulkan perasaan bahagia (happiness).
Bahagia bukanlah suatu tujuan, tetapi merupakan efek samping dari makna hidup
yang telah manusia raih. Kebahagiaan tidak dapat dikejar dan ditangkap, ia
timbul secara spontan dari pemenuhan arti, dari mencapai tujuan di luar diri
(Frankl, 1967).
B. Rumusan Masalah
1.
Apa saja Arti Kehidupan?
2.
Bagaimana pendapat para ahli tentang arti kehidupan?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui apa saja Arti Kehidupan.
2.
Untuk mengetahui pendapat para ahli tentang arti kehidupan
D.
Metode
penulisan
Penulisan ini menggunakan
metode qualitative research. Dalam pengumpulan data-data dalam penelitian ini
penulis menggunakan studi kepustakaan (library
research), dengan merujuk kepada artikel, buku-buku, internet, dan
berita-berita media yang relevan. Dalam pengumpulan data-data tersebut penulis
lebih mengacu kepada data-data dari internet dan buku-buku, karena keterbatasan
enulis dalam mencari data-data yang original.
E.
Sistematika
Penulisan
BAB I : PENDAHULUAN
Pada
bagian pendahuluan ini penulis memaparkan latar belakang, tujuan dan manfaat
penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.
BAB II : ISI
Pada
bagian isi, penulis akan memaparkan Bentuk dan Sifat Penelitian Qualitatif
PENUTUP :
KESIMPULAN
Pada
bagian penutup penulis akan menutup makalah ini dengan kesimpulan-kesimpulan
yang tetap mengacu kepada isi makalah tersebut
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kehidupan Menurut Para
Ahli
I KETUT GEDE
YUDANTARA
Kehidupan merupakan anugerah dan
amanah sebagai ciptaan Tuhan
Kehidupan merupakan cobaan hidup yang selalu dirundung
suatu permasalahan
Kehidupan merupakan penebus dosa serta merupakan suatu
proses reinkarnasi
CAMPBELL, REECE, MITCHELL
Kehidupan merupakan suatu hirarki,
dimana setiap tingkat sruktur biologis merupakan pengembangan dari tingkatan di
bawahnya
SUHAIRI AWANG
Kehidupan merupakan suatu kisah yang
penuh berliku. kelangsungannya senantiasa berputar - putar di ruang lingkup
yang serupa dari satu generasi sejak mula manusia diciptakan hinggalah menjejak
kepada waktu yang paling hampir dan kisahnya selalu berulang – ulang
B. Definisi Makna Kehidupan
Istilah makna hidup dikemukakan oleh Victor Frankl, seorang dokter ahli
penyaki saraf dan jiwa yang landasan teorinya disebut logoterapi. Kata logoterapi berasal dari kata ”logos” yang artinya makna (meaning) atau rohani (spiritualy), sedangkan ”terapi” adalah penyembuhan atau pengobatan. Logoterapi secara umum
mengakui adanya dimensi kerohanian pada manusia disamping dimensi ragawi dan kejiwaan, serta beranggapan bahwa makna hidup (the meaning of life) dan hasrat untuk hidup bermakna
(the will to meaning) merupakan motivasi utama
manusia guna meraih taraf kehidupan
bermakna (the meaningfull life) yang didambakan
(Frankl dalam Bastaman 2007). Pencarian akan makna hidup akan berlangsung setua manusia itu
sendiri. Hal ini adalah karakteristik utama yang membedakan keberadaan manusia dengan hewan (Lukas, 1986).
Makna
hidup adalah hal-hal yang dipandang
penting, dirasakan berharga dan diyakini sebagai
sesuatu yang benar sarta dapat dijadikan tujuan hidupnya. Makna hidup bila
berhasil ditemukan dan dipenuhi akan menyebabkan kehidupan
ini berarti dan biasanya individu yang menemukan dan mengembangkannya akan terhindar dari keputusasaan (Bastaman, 1996).
C.
Karakteristik
Makna Hidup
Makna
hidup sebagaimana
dikonsepkan oleh
Frankl (dalam Bastaman, 2007) memiliki beberapa karakteristik :
a.
Makna hidup memiliki sifat yang unik, pribadi dan temporer. Artinya segala sesuatu yang dianggap berarti oleh seseorang belum tentu berarti bagi orang lain.
Dalam hal ini makna
hidup seseorang dan
apa yang bermakna bagi dirinya biasanya bersifat khusus,
berbeda dan tidak sama dengan makna
hidup orang lain. Selain itu, makna
hidup tidak dapat diberikan oleh
siapapun melainkan harus ditemukan
sendiri (Frankl, dalam Bastaman 1996)
b.
Makna hidup itu spesifik dan nyata, makna hidup
dapat ditemukan dalam
pengalaman dan kehidupan sehari-hari serta
tidak selalu dikaitkan dengan hal- hal yang abstrak, tujuan-tujuan idealistis
dan prestasi-prestasi akademis.
c. Makna hidup memberi pedoman dan arah tujuan terhadap
kegiatan-kegiatan yang
dilakukan.
D. Sumber-Sumber
Makna Hidup
Makna hidup menuntut
keaktifan dan tanggung jawab individu untuk memenuhinya (Koeswara, 1992). Makna hidup
tidak hanya ditemukan dalam keadaan
yang menyenangkan, namun
juga dapat ditemukan pada saat
penderitaan. Dalam kehidupan, terdapat
tiga bidang potensial yang mengandung
nilai-nilai yang memungkinkan seseorang
menemukan makna
hidupnya.
Ketiga
nilai
(values) ini merupakan sumber-sumber makna hidup, yang terdiri
dari (Frankl,
1984) adalah :
a. Nilai-nilai
kreatif (Creative Values)
Merupakan salah
satu dari cara yang dikemukakan
oleh logoterapi dalam memberikan
arti bagi kehidupan
yaitu dengan “melihat apa yang dapat
diberikan bagi kehidupan ini (what
we give to life). Melalui
tindakan-tindakan kreatif dan menciptakan suatu karya
seni, menekuni suatu pekerjaan dan meningkatkan keterlibatan pribadi terhadap
tugas serta berusaha untuk mengerjakan
dengan sebaik-baiknya (Frankl dalam Bastaman 2007).
b. Nilai-nilai
penghayatan (Experiental Values)
Cara kedua
adalah dengan melihat ”apa yang dapat
kita ambil dari dunia ini” (what we take form the world). Dengan mengalami sesuatu, melalui kebaikan, kebenaran dan keindahan, dengan menikmati alam
dan budaya atau dengan mengenal
manusia lain
dengan segala keunikannya.
Selain itu cinta
kasih dapat menjadikan
seseorang menghayati perasaan berarti dalam
kehidupannya. Dengan mencintai dan merasa
dicintai seseorang akan merasakan
hidupnya penuh dengn pengalaman hidup
yang membahagiakan (Frankl,
dalam Bastaman 2007)
Cara
kedua adalah dengan melihat ”apa yang
dapat kita ambil dari dunia ini” (what we take form the world). Dengan mengalami sesuatu, melalui kebaikan, kebenaran dan keindahan, dengan menikmati alam
dan budaya atau dengan mengenal
manusia lain
dengan segala keunikannya.
Selain itu cinta
kasih dapat menjadikan
seseorang menghayati perasaan berarti dalam
kehidupannya. Dengan mencintai dan merasa
dicintai seseorang akan merasakan
hidupnya penuh dengn pengalaman hidup
yang membahagiakan (Frankl,
dalam Bastaman 2007)
c. Nilai-nilai
bersikap (Attitudinal Values)
Cara ketiga adalah “sikap yang diambil untuk tetap bertahan terhadap penderitaan yang tidak dapat dihindari”
(the attitude we take toward unavoidable suffering), Yaitu menerima dengan penuh ketabahan, kesabaran dan
keberanian segala bentuk penderitaan
yang tidak mungkin dielakkan lagi.
Dalam hal ini yang diubah bukan keadaan namun sikap yang dapat diambil
dalam menghadapi keadaan itu.
E.
Komponen-komponen yang
Menentukan Keberhasilan dalam Pencarian Makna Hidup
Bastaman
(1996) mengemukakan komponen-komponen yang menentukan berhasilnya seseorang dalam merubah hidup dari penghayatan hidup tidak bermakna menjadi lebih
bermakna. Komponen-komponen tersebut adalah:
1. Pemahaman Diri (Self Insight), yakni meningkatnya kesadaran
atas buruknya kondisi diri
pada saat ini dan keinginan kuat
untuk melakukan perubahan kearah kondisi yang lebih baik.
2. Makna Hidup
(Meaning of Life), yakni nilai-nilai penting dan sangat berarti bagi kehidupan pribadi seseorang yang berfungsi
sebagai tujuan hidup yang harus dipenuhi dan pengarah-pengarah kegiatannya.
3. Pengubahan Sikap (Changing Attitude), dari yang semula tidak tepat menjadi
tepat dalam menghadapi masalah, kondisi hidup,
dan musibah yang tidak dapat terelakkan.
4. Keikatan Diri (Self Commitment), terhadap makna hidup yang ditemukan dan
tujuan yang di tetapkan.
5. Kegiatan
Terarah (Directed Activities),
yakni upaya-upaya yang dilakukan secara sadar
dan sengaja berupa pengembangan
potensi-potensi pribadi, bakat, kemampuan, keterampilan yang positif
serta pemanfaatan relasi antarpribadi untuk menunjang tercapainya makna
hidup dan tujuan.
6. Dukungan Sosial
(Social Support),
yakni hadirnya seseorang atau sejumlah
orang yang akrab, dapat dipercaya dan
selalu bersedia membantu pada saat- saat diperlukan.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Makna hidup
sebagaimana dikonsepkan oleh
Frankl (dalam Bastaman, 2007) memiliki beberapa karakteristik :
a. Makna hidup memiliki sifat yang unik, pribadi dan temporer. Artinya segala
sesuatu yang dianggap berarti oleh seseorang belum
tentu berarti bagi orang lain. Dalam
hal ini makna hidup
seseorang dan apa
yang bermakna bagi dirinya
biasanya bersifat khusus, berbeda dan tidak sama dengan makna
hidup orang lain. Selain itu, makna
hidup tidak dapat diberikan oleh
siapapun melainkan harus ditemukan
sendiri (Frankl, dalam Bastaman 1996)
b. Makna hidup
itu spesifik dan nyata, makna hidup
dapat ditemukan dalam pengalaman
dan kehidupan sehari-hari serta tidak
selalu dikaitkan dengan hal- hal yang abstrak, tujuan-tujuan idealistis dan prestasi-prestasi
akademis.
c.
Makna hidup memberi pedoman dan arah tujuan terhadap
kegiatan-kegiatan yang
dilakukan.
B. Saran
Dengan memahami Arti
dari kehidupan ini kita bisa mawas diri serta lebih mudah menggapai tujuan
hidup yang kita cita-cita kan dan terakhir semoga makalah ini dapat menambah
wawasan pembaca tentang makna hidup
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.lepank.com/2012/08/pengertian-kehidupan-menurut-beberapa.html
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23350/3/Chapter%20II.pdf
BIOGRAFI
PENULIS
Nama :
Wiandi Dasmara Ayu Smed
Tempat/Tgl. Lahir :
Kelas :
Hobi :
Alamat :
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur penulis
panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Nyalah penulis dapat
menyelesaikan short paper yang berjudul “Arti
Kehidupan”
Dalam short makalah ini
penulis mencoba untuk memaparkan mengenai Arti-arti
kehidupan menurtut para ahli . Dan pada bagian akhirnya
penulis akan mencoba untuk menyimpulkannya.
Penulis sudah mencoba untuk
menulis makalah ini dengan mengerjakan dan menampilkan yang terbaik yang bsa
penulis lakukan. Seperti kata pepatah “tak ada gading yang tak retak” maka
demikian juga dengan short paper ini yang tak luput dari kesalahan maupun
kekurangan. Oleh karena itu penulis terlebih dahulu meminta maaf terhadap
segala kekurangan dan kesilapan baik dalam penulisan maupun penggunaan
kata-kata dalam makalah ini. Terima
kasih.
Meukek,09
Februari 2016
Penyususn
WIANDA DASMARA AYU SMED
|
DAFTAR ISI
KATA
PENGATAR........................................................................................................... i
DAFTAR
ISI ..................................................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN ................................................................................................. . 1
Latar
Belakang Masalah ......................................................................................... 1
Rumusan
Masalah ................................................................................................... 1
Tujuan ..................................................................................................................... 1
Metode
Penulisan.................................................................................................... 1
Sistematika
Penulisan.............................................................................................. 2
BAB II
PEMBAHASAN .................................................................................................. 3
Pengertian Kehidupan Menurut Para Ahli ............................................................. 3
Definisi Makna Kehidupan .................................................................................... 3
Karakteristik Makna Hidup .................................................................................... 4
Sumber-sumber Makna Hidup................................................................................. 4
Komponen-komponen yang menentukan keberhasilan makna
hidup..................... 5
BAB III
PENUTUP ........................................................................................................... 7
Kesimpulan.............................................................................................................. 7
Saran........................................................................................................................ 7
DAFTAR
PUSTAKA......................................................................................................... 8
BIOGRAFI
PENULIS....................................................................................................... 9
Comments
Post a Comment