MAKALAH TANDA BACA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Setiap karya tulis ilmiah (makalah, skripsi, laporan penelitian) dan
wacana tulis dinas (laporan kegiatan, laporan tugas dinas) menerapkan
aturan-aturan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD). EYD memberikan salah
satu dari beberapa pedoman yang ada, yaitu penggunaan tanda baca
Bahasa
tulisan sebagai sebagai salah satu bentuk wacana yang menggunakan bahasa
sebagai mediumnya mensyaratkan seorang penulis untuk menguasai kaidah-kaidah
bahasa, khususnya penggunaan EYD. Karena dengan pengusaaan terhadap kaidah EYD,
dapat dipastikan pesan informasi yang disampaikan dalam tulisannya dapat dengan
mudah dipahami oleh pembacanya (Syarif Yunus, 2012).
Banyak sekali buku, makalah, media massa yang membahas
penggunaan tanda baca dalam karya tulis ilmiah, tetapi kurang intensif.
Pembahasan mengenai tanda baca akan diperjelas, dengan memperhatikan aturan
yang ada (EYD). Dengan mempertimbangkan kajian tersebut, makalah ini mengkaji
pengunaan tanda-tanda baca yang akan memberikan pedoman dalam penulisan karya
tulis ilmiah.
Oleh karena itu masalah dalam
makalah ini dirumuskan dengan pertanyaan apa pengertian dan bagaimana pemakaian tanda baca? apa solusi
terbaik agar tidak ada kesalahan dalam memakai tanda baca?.
Pembahasan tanda baca pada makalah ini bertujuan untuk
mendeskripsikan pengertian tanda baca, dapat mendiskripsikan pemakaian tanda
baca, juga diharapkan dapat mengetahui akibat yang ditimbulkan jika salah dalam
memakai tanda baca dan dapat mendiskripsikan solusi terbaik agar tidak ada
kesalahan dalam memakai tanda baca.
Makalah ini
diharapkan dapat memberi wawasan kepada pembaca mengenai pemakaian tanda baca
yang baik dan benar serta mampu memaparkan beberapa contohnya, sehingga tidak
lagi terjadi kesalahan dalam penulisan tanda baca.
B. Rumusan Masalah
1. Jenis-jenis tanda baca?
2. Fungsi dari Tanda baca?
C. Tujuan
1.
Untuk mengetahui Jenis Tanda baca.
2. Mengetahui Fungsi dari
tanda baca.
D. Metode
penulisan
Penulisan ini menggunakan metode qualitative research. Dalam pengumpulan
data-data dalam penelitian ini penulis menggunakan studi kepustakaan (library research), dengan merujuk
kepada artikel, buku-buku, internet, dan berita-berita media yang relevan. Dalam
pengumpulan data-data tersebut penulis lebih mengacu kepada data-data dari
internet dan buku-buku, karena keterbatasan enulis dalam mencari data-data yang
original.
E. Sistematika Penulisan
BAB I :
PENDAHULUAN
Pada bagian pendahuluan ini penulis memaparkan
latar belakang, tujuan dan manfaat penulisan, metode penulisan dan sistematika
penulisan.
BAB II
: ISI
Pada bagian isi, penulis akan memaparkan
Bentuk dan Sifat Penelitian Qualitatif
PENUTUP :
KESIMPULAN
Pada bagian
penutup penulis akan menutup makalah ini dengan kesimpulan-kesimpulan yang
tetap mengacu kepada isi makalah
BAB II
PEMBAHASAN
Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan dengan suara atau
kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur
dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati
sewaktu pembacaan.
Pemakaian tanda baca bersangkutan dengan (1) tanda baca
apa yang tepat dipilih dalam menuliskan kalimat atau karangan dalam bahasa
Indonesia dan (2) bagaimana cara menuliskan tanda baca tersebut (rapat ataukah
renggang/spasi). EYD memberikan salah satu pedoman dalam hal penggunaan tanda
baca. Penerapan tanda baca dalam
penulisan yang masing-masing mempunyai kaidah tersendiri. Macam-macam
tanda baca beserta fungsinya sebagai berikut:
A.
Tanda Titik (.)
1.
Tanda titik dipakai pada akhir
kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Misalnya: Ayahku
tinggal di Solo.
2.
Tanda titik dipakai di belakang
angka atau huruf dalam suatu bagian, ikhtisar, atau daftar.
Misalnya: a. III. Departemen Dalam Negeri
b. 1. Patokan Umum
1.1 Isi Karangan
Catatan: Tanda titik
tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagian atau ikhtisar
jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau
huruf.
3.
Tanda titik dipakai untuk memisahkan
angka jam, menit, dan detik yang menunjukan waktu.
Misalnya: pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat
35 menit 20 detik)
4.
Tanda titik dipakai untuk memisahkan
angka jam, menit, dan detik yang menunjukan jangka waktu.
Misalnya: 1.35.20 jam ( 1 jam, 35 menit, 20 detik)
5.
Tanda titik dipakai di antara nama
penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru,
dan tempat terbit dalam daftar pustaka.
Misalnya: Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara.
Weltervreden: Balai Poestaka.
6.
Tanda titik dipakai untuk memisahkan
bilangan ribuan atau kelipatannya.
Misalnya: Desa itu berpenduduk 24.200 orang.
7.
Tanda titik tidak dipakai
untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukan
jumlah.
Misalnya: Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung.
8.
Tanda titik tidak dipakai pada
akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan
sebagainya.
Misalnya: Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD ‘45)
9.
Tanda titik tidak dipakai di
belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat atau (2) nama dan alamat
penerima surat.
Misalnya: Jalan Diponegoro 82 (tanpa titik)
Jakarta (tanpa
titik)
1 April 1985 (tanpa
titik)
Yth. Sdr. Moh. Hasan
(tanpa titik)
B.
Tanda Koma (,)
1.
Tanda koma dipakai di antara
unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
Misalnya: Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
2.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan
kalimat setara yang satu dari kalimat serata berikutnya yang didahului oleh
kata seperti tetapi atau melainkan.
Misalnya: Didi bukan anak saya, melainkan
anak Pak Kasim.
3.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan
anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk
kalimatnya.
Misalnya: Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
4.
Tanda koma tidak dipakai untuk
memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi
induk kalimatnya.
Misalnya: Saya tidak akan datang kalau hari hujan.
5.
Tanda koma dipakai di belakangkata
atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk
di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula,meskipun begitu, akan tetapi.
Misalnya:
... Oleh karena itu, kita harus hati-hati.
6.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan
kata seperti kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang
terdapat di dalam kalimat.
Misalnya: Wah,bukan main!
7.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan
petikan langsung dari bagian lain dari kalimat.
Misalnya: “Saya gembira sekali,” kata Ibu, “karena kamu lulus.”
8.
Tanda koma dipakai di antara (i)
nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv)
nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Misalnya: (i) Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Pakuan, Bogor.
(ii) Sdr. Anwar, Jalan Pisang Batu 1, Bogor
(iii) Surabaya, 10 Mei 1960
(iv) Kuala Lumpur, Malaysia.
9.
Tanda koma dipakai untuk menceraikan
bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Misalnya:
Alisjahbana, Sultan Takdir. 1949. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia.
Jilid 1 dan 2. Djakarta: PT Pustaka Rakjat.
10. Tanda koma
dipakai di antara namaorang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk
membedakannya darisingkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Misalnya: B. Ratulangi, S.E.
Ny. Khadijah, M.A.
11. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan
tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Misalnya: Semua siswa, baik yang laki-laki maupun yang perempuan, mengikuti latihan
paduan suara.
Bandingkan dengan keterangan pembatas yang pemakaiannya tidak diapit
tanda koma:
Semua siswa yang lulus ujian mendaftarkan namanya pada panitia.
12. Tanda koma
dipakai di muka angka persepuluh atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan
dengan angka.
Misalnya: Rp 12,50
13. Tanda koma dapat dipakai––untuk menghindari
salah baca––di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Misalnya:
Atas bantuan Edyar, Agus mengucapkan terima kasih.
Bandingkan dengan:
Agus
mengucapkan terima kasih atas bantuan Edyar.
14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan
petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan
langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
Misalnya: “ Di mana Saudara tinggal?” tanya Karim.
C.
Tanda Titik Koma (;)
1.
Tanda titik koma dapat dipakai untuk
memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Misalnya: Malam makin larut; pekerjaan belum
selesai juga.
2.
Tanda titik koma dapat dipakai
sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam
kalimat majemuk.
Misalnya: Ayah mengurus tanamannya di kebun itu; Ibu sibuk memasak di
dapur; Adik menghapal nama-nama
pahlawan nasional.
D.
Tanda Titik Dua (:)
1.
Tanda titik dua dipakai sesudah kata
atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Misalnya: Ketua : Moch. Achyar
Sekretaris : Tati Suryati
2.
Tanda titik dua dipakai (a) di
antara jilid atau nomor dan halaman, (b) diantara surah dan ayat dalam kitab
suci, (c) di antara judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota
dan penerbit buku acuan dalam karangan.
Misalnya:
a.
Tempo, I (34), 1971:7
b.
Surah Yasin:9
c.
Karangan Ali Hakim, Pendidikan
Seumur Hidup: Sebuah Studi, sudah terbit.
d.
Marzuki dan Rudy W. 2006. Pembuatan
Aneka Kerupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.
3.
Titik dua dapat dipakai dalam teks
drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Misalnya:
Ayah : “Karyo, sini kamu!”
Karyo : (datang menghampiri) “Ada apa, Pak?”
Ayah : “Tolong ambilkan sepatu hitam yang di atas lemari!”
4.
Titik dua dapat dipakai pada akhir
suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian.
Misalnya: Pak Adi mempunyai tiga orang anak: Ardi, Aldi, dan Asdi.
E.
Tanda Hubung (-)
1.
Tanda hubung menyambung suku-suku
kata dasar atau kata berimbuhan yang terpisah oleh pergantian baris.
|
Walaupun
demikian, masih banyak yang ti-dak mematuhi peraturan tersebut.
|
2.
Tanda hubung menyambung unsur-unsur
kata ulang.
Misalnya: Anak-anak, kupu-kupu, berulang-ulang,
kemerah-merahan,
3.
Tanda hubung menyambung huruf dari
kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
Misalnya: p-a-n-i-t-i-a
17-08-1945
4.
Tanda hubung dipakai untuk
merangkaikan kata dengan kata berikutnya atau sebelumnya yang dimulai dengan
huruf kapital, kata/huruf dengan angka, angka dengan kata/huruf.
Misalnya: se-Indonesia, se-Jabodetabek, mem-PHK-kan, sinar-X
5.
Tanda hubung dipakai untuk
merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Misalnya: di-smash, pen-tackle-an
F.
Tanda Pisah (––)
1.
Tanda pisah membatasi penyisipan
kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.
Misalnya: Kemerdekaan
bangsa itu––saya yakin akan tercapai––diperjuangkan
oleh bangsa itu sendiri.
2.
Tanda pisah menegaskan adanya
keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih
jelas.
Misalnya: Rangkaian temuan ini––evolusi, teori
kenisbian, dan kini juga pembelahan atom––telah mengubah konsepsi kita tentang
alam semesta.
3.
Tanda pisah dipakai di antara dua
bilangan atau kata dengan arti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.
Misalnya: 2004––2009
Jakarta––Bandung
G.
Tanda Elipsis (...)
1.
Tanda elipsis dipakai dalam kalimat
atau dialog yang terputus-putus.
Misalnya: Kalau begitu ... ya,
ayo kita berangkat.
2.
Tanda elipsis menunjukkan bahwa
dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.
Misalnya: Ibu baru pulang ... pasar.
Catatan: Jika bagian
yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, maka perlu dipakai empat buah
titik; tiga titik untuk menandai penghilangan teks dan satu titik untuk
menandai akhir kalimat.
Misalnya:
Ibu baru pulang dari....
H.
Tanda Tanya (?)
1.
Tanda tanya dipakai pada akhir
kalimat tanya.
Misalnya:
Kapan ia berangkat?
2.
Tanda tanya dipakai di dalam kurung
untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan kebenarannya.
Misalnya:
Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.
I.
Tanda Seru (!)
1.
Tanda seru dipakai pada akhir
kalimat perintah.
Misalnya:
Bersihkan kamar itu sekarang juga!
2.
Tanda seru dipakai pada akhir
ungkapan atau pernyataan yang menggambarkan kesungguhan, ketidak percayaan,
ketakjuban, ataupun rasa emosi yang kuat.
Misalnya: Alangkah seramnya peristiwa itu!
J.
Tanda Kurung (( ))
1. Tanda kurung
mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
Misalnya: Komisi A telah selesai menyusun GBPK
(Garis-Garis Besar Program Kerja) dalam sidang pleno tersebut.
2. Tanda kurung
mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok
pembicaraan.
Misalnya: Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan
perkembangan per-ekonomian Indonesia lima tahun terakhir.
3. Tanda kurung
mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.
Misalnya: Faktor produksi menyangkut masalah (a) alam,
(b) tenaga kerja, dan (c) modal.
4. Tanda kurung
mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
Misalnya: Kata cocaine diserap ke dalam bahasa
Indonesia menjadi kokain(a). Sahrul Gunawan berasal dari (kota)
Bogor.
K.
Tanda Kurung Siku ([ ])
1. Tanda kurung
siku mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai korekssi atau tambahan
pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan
bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli.
Misalnya: Sang Puteri men[d]engar bunyi gemerisik.
2. Tanda kurung
siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
Misalnya: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya
dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35––38]) perlu dibentangkan di sini.
L.
Tanda Petik (“ “)
1. Tanda petik
mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis
lainnya.
Misalnya: Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, “Bahasa negara
ialah bahasa Indonesia.”
2. Tanda petik
mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Misalnya: Sajak “Berdiri Aku”
terdaapat pada halaman 5 buku itu.
3. Tanda petik
mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti
khusus.
Misalnya: Karena warna kulitnya,
Budi mendapat julukan “si Hitam”.
M.
Tanda Petik
Tunggal (‘...’)
1.
Tanda petik tunggal mengapit petikan
yang tersusun di dalam petikan lain.
Misalnya: Tanya
Basri, Kau dengar bunyi ‘kring-kring’ tadi?”.
2.
Tanda petik tunggal mengapit makna,
terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing.
Misalnya: Feed-back berarti
‘balikan’.
N.
Tanda Garis
Miring (/)
1. Tanda garis
miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa
satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
Misalnya: No. 12/PK/2005
Masa
Bakti 2005/2006
Tahun
Ajaran 2006/2007
2. Tanda garis
miring dipakai sebagai pengganti kata atau, tiap.
Misalnya: Laki-laki/Perempuan
120
km/jam
O.
Tanda Penyingkat atau
Apostrof (‘)
Tanda penyingkat menunjukkan
penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.
Misalnya: Gunung pun ‘kan kudaki.
(‘kan = akan)
Kesalahan
dan Solusi Penggunaan Tanda Baca
Pemakaian tanda baca jangan dianggap tidak penting, jikalau ada kesalahan
dalam pemakaian tanda baca akan mengakibatkan salah pengertian jika dipandang
dari sisi benar maupun baiknya suatu karya tulis ilmiah.
Solusi terbaik agar tidak salah dalam menggunakan tanda baca adalah
berlatih dan belajar dengan sungguh-sungguh, apalah arti ilmu kalau tidak
dimanfaatkan dengan baik. Banyak referensi terlengkap yang menjadi rujukan
untuk mengetahui bermacam-macam tanda baca serta penggunaanya, salah satunya
adalah KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
BAB III
PENUTUP
A.
Simpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, dapat
ditarik 4 kesimpulan sebagai berikut :
1.
Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan
dengan suara atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk
menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda
yang dapat diamati sewaktu pembacaan.
2.
Tanda baca dalam penggunaannya dapat dilihat pada bahasan
di atas, bukan soal tahu saja tapi harus dipahami lebih dalam tentang permasalahan
yang seri muncul (salah penggunaan tanda baca) dalam karya tulis ilmiah.
3.
Salah dalam menggunakan tanda baca akan menyebabkan
kesalahan yang sangat fatal yang tanpa disadari.
4.
Sarana belajar dan giat berlatih merupakan jalan keluar
dari masalah yang terkadang timbul akibat salah dalam penulisan tanda baca.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan, diajukan saran-saran konstruktif kepada
pihak-pihak yang bersangkutan. Pertama, pihak penulis karya tulis ilmiah yang belum memahami penggunaan
tanda baca secara baik dan benar hendaknya belajar dari fasilitas yang ada
seperti media internet atau buku, agar kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam
penggunaan tanda baca dapat dicegah sedini mungkin.
Kasus di lapangan yang muncul yaitu kurangnya perhatian
para penulis karya ilmiah yang kurang tahu mengenai seluk beluk membuat karya
tulis ilmiah yang baik dan benar
DAFTAR
PUSTAKA
Jupriono, D. 2012. Bahasa Indonesia
dalam Karya Tulis Ilmiah. Surabaya: Untag 1945 Surabaya
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2008. Kamus
Besar Bahasa Indonesia. Edisi XVI. Jakarta: Depdiknas & Balai Pustaka.
Nama : MEISYA SALWA
Tempat/Tgl. Lahir :
Kelas :
Hobi :
Alamat :
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur yang tak terhingga
penulis panjatkan kehadirat Illahi Rabbi, atas berkah, rahmat, karunia dan
hidayah-Nya akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Adapun tujuan disusunnya makalah ini
ialah sebagai salah satu tugas yang diberikan oleh Guru Mata Pelajaran Bahasa
Indonesia, adapun judul dalam makalah ini adalah mengenai “ TANDA BACA”
Dalam proses penyusunan makalah ini,
penulis banyak mendapatkan bantuan, dukungan, serta do’a dari berbagai pihak,
oleh karena itu izinkanlah didalam kesempatan ini penulis menghaturkan terima
kasih dengan penuh rasa hormat serta dengan segala ketulusan hati kepada:
1.
Kedua orang
tua, atas curahan kasih sayang yang tiada henti, yang senantiasa mendukung
secara moril & materiil serta yang selalu mendo’akan penulis didalam
menempuh pendidikan ini.
2.
Bapak Guru Bahasa Indonesia selaku Guru Pelajaran Bahasa
Indonesia yang dengan segala keikhlasannya telah memberikan bimbingan, arahan,
serta nasehat kepada penulis hingga terselesaikannya makalah ini.
3.
Teman-teman seperjuangan yang senantiasa memberi masukan untuk penulis
menyelesaikan makalah ini.
Semoga Allah
SWT memberikan limpahan rahmat dan hidayah bagi keikhlasan dan ketulusan atas
dukungannya.
Sangatlah
disadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan didalam penyusunannya dan
jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan masukan baik saran
maupun kritik yang kiranya dapat membangun dari para pembaca. Akhir kata semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi kita semua.
Meukek, 02
Februari 2015
Penyusun
MEISYA SALWA
|
i
|
KATA PENGANTAR................................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................... 1
A.
Latar Belakang........................................................................................... 1
B.
Perumusan Masalah.................................................................................... 2
C.
Tujuan......................................................................................................... 2
D.
Metode Penulisan....................................................................................... 2
E.
Sistematika Penulisan................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................... 3
A.
Tanda Titik................................................................................................ 3
B.
Tanda Koma................................................................................................. 4
C.
Tanda Titik Koma....................................................................................... 6
D.
Tanda Titik dua.......................................................................................... 6
E.
Tanda Hubung............................................................................................ 7
F.
Tanda Pisah................................................................................................ 8
G.
Tanda Elipis................................................................................................ 8
H.
Tanda Tanya............................................................................................... 9
I.
Tanda Seru.................................................................................................. 9
J.
Tanda Kurung............................................................................................. 9
K.
Tanda Kurung Siku.................................................................................... 10
L.
Tanda Petik................................................................................................. 10
M.
Tanda Petik Tunggal................................................................................... 10
N.
Tanda Garis Miring..................................................................................... 11
O.
Tanda Penyikat atau Apostrof.................................................................... 11
BAB III PENUTUP..................................................................................................... 12
A. Kesimpulan................................................................................................. 12
B. Saran........................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................. 13
BIOGRAFI PENULIS................................................................................................ 14
|
ii
|
|
ii
|
Untuk File Word Nya Silakan Broo di sedot di MAKALAH TANDA BACA
Comments
Post a Comment