Makalah Kalimat Efektif Bahasa Indonesia
MAKALAH
PELAJARAN
BAHASA INDONESIA

DI
S
U
S
U
N
OLEH
AZIZAH
III
IPS
MADRASAH
ALIYAH SWASTA MUKIM UJONG
LABUHAN
TAROK KECAMATAN MEUKEK
KABUPATEN
ACEH SELATAN
2013
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT,
yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, dan tak lupa
salawat beriring salam kita hanturkan kepada Nabi besar Muhammad SAW, sehingga
kami dapat menyelesaikan tugas makalah pada Pelajaran Bahasa Indonesia ini
tepat waktu.
Makalah dengan judul “Kalimat
Efektif” ini kami susun untuk memenuhi pelajaran Bahasa Indonesia yang
diberikan oleh Guru mata pelajaran.
Kami mengucapkan banyak
terimakasih kepada Guru Bahasa Indonesia, terima kasih kepada semua pihak-pihak
yang telah banyak membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, dengan kerendahan hati, kami memohon maaf.
Semoga makalah ini dapat
berguna dan bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Labuhan Tarok, 08 November 2013
Penyusun
ABSTRAK
Bahasa Indonesia adalah alat komunikasi paling penting untuk mempersatukan seluruh bangsa. Sehingga dalam berkomunikasi harus jelas dalam menyampaikan informasi sehingga informasinya mudah dipahami. Karena itu, perlu mengetahui bagaimana menggunakan kalimat yang benar. Dimana kalimat yang mudah di pahami itu adalah kalimat efektif. Tentang kalimat efektif penulis menggunakan buku Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Tulis Ilmiah ebagai acuannya.
Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca. Tranformasi kalimat berupa perubahan bentuk kalimat menjadi bentuk kalimat lain. Jenis-jenis transformasi: Transformasi jeda, Transformasi aposisi, Transformasi setara, Transformasi disjungtif, Transformasi opini, Transformasi Total.
Topik adalah pokok pembicara atau pikiran. Fungsi kalimat topik:1) Dapat dipakai sebagai judul karya tulis. 2) Dapat dipakai sebagai kalimat utama dalam sebuah paragraf. 3) Dapat dipaki dalam spanduk, leafled, poster, iklan, dan sebagainya.Wujud topik ada dua yaitu: Topik yang berupa bentuk kata dan yang berbentuk kalimat.
Cara menyusun kalimat topik: 1) Penulisan karya dimulai dengan menentukan pokok pikiran. 2) Pokok pikiran berupa nominal atau kalimat yang dinominalkan. 3) Pokok pikiran yang bernilai menyangkut kehidupan orang banyak. 4) Penulisan skripsi dapat berhubungan dengan pokok ilmu pengetahuan, bisa berupa pikiran sebagai penemuan baru. 5) Pokok pikiran tersebut diperluas dengan cara menambah satuan lingual yang dibutuhkan.
Kata Kunci: Kalimat Efektif, Informasi Jelas, Kalimat Lengkap, Transformasi Kalimat, Kalimat Topik.
DAFTAR ISI
ABSTRAK
KATA KUNCI
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Perumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Metode Penelitian
E. Manfaat Penelitian
BAB II : PEMBAHASAN
A. Pengertian kalimat efektif
B. Transformasi kalimat
C. Kalimat Topik
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa
Indonesia adalah alat komunikasi paling penting untuk mempersatukan seluruh
bangsa. Oleh sebab itu, merupakan alat mengungkapkan diri baik secara lisan
maupun tulisan, dari segi rasa harsa dan cipta serta piker baik secara efektif
dan logis. Semua warga negara Indonesia harus mahir dalam menggunakan Bahasa
Indonesia karena itu merupakan kewajiban bergaul di Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Selain itu kita harus memajukan kepribadian Indonesia di dalam
maupun di luar negeri.
Kepribadian
Indonesia dapat tercipta dari kemahiran berbahasa Indonesia, bagi mahasiswa
Indonesia semua itu dapat tercermin dalam tata pikir, tata tulis, tata ucapan
dan tata laku. Berbahasa Indonesia dalam konteks Ilmiah dan Akademis, sebagai
mahasiswa harus lebih dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar
supaya negeri ini bisa tetap utuh terjaga.
Mahasiswa selain berbahasa Indonesia juga dapat menggunakan kalimat efektif. Kalimat yang disampaikan secara mudah dipahami oleh pembaca. Karya ilmiah ditulis untuk dipahami oleh pembaca. Penulis hendaknya memperhatikan kalimat yang disusun. Kalimat sangat penting dalam sebuah tulisan, kalimat yang baik mudah dipahami pembaca.
Mahasiswa selain berbahasa Indonesia juga dapat menggunakan kalimat efektif. Kalimat yang disampaikan secara mudah dipahami oleh pembaca. Karya ilmiah ditulis untuk dipahami oleh pembaca. Penulis hendaknya memperhatikan kalimat yang disusun. Kalimat sangat penting dalam sebuah tulisan, kalimat yang baik mudah dipahami pembaca.
B. Perumusan Masalah
Dari
uraian latar belakang yang dijabarkan di atas dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut:
“Mengetahui dan memahami kalimat efektif”.
“Mengetahui dan memahami kalimat efektif”.
C. Tujuan
Penelitian
Tujuan
dari karya tulis ini adalah untuk mengetahui dan memahami kalimat yang
digunakan dalam menyampaikan informasi yang baik dan benar.
D. Metode Penelitian
Dalam
melakukan penelitian tentang kalimat efektif penulis menggunakan buku Bahasa
Indonesia Untuk Penulisan Karya Tulis Ilmiah, sebagai acuan dalam pembahasan
masalah.
E. Manfaat Penelitian
E. Manfaat Penelitian
Dengan
adanya penelitian tentang kalimat efektif adalah supanya dalam menyampaikan
informasi kepada orang lain menggunakan kalimat yang tepat sehingga informasi
yang disampaikan jelas.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian kalimat efektif.
Kalimat
efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan
informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca. Kalimat sangat penting dalam
sebuah tulisan. Kalimat yang baik mudah dipahami oleh pembaca.
Kalimat
lengkap dan bukan fragmentaris. Kalimat yang disusun hendaknya memiliki
struktur kalimat bahasa Indonesia yaitu S P O K/pel. Apabila struktur tersebut
tidak dipenuhi, maka kalimat yang disusun menjadi tidak lengkap strukturnya
yang disebut kalimat yang fragmentaris.
Contoh:
1. ira.
2. ira belajar.
3. ira belajar bahasa Indonesia.
4. ira belajar bahasa Indonesia dikampus.
1. ira.
2. ira belajar.
3. ira belajar bahasa Indonesia.
4. ira belajar bahasa Indonesia dikampus.
B. Transformasi kalimat
Transformasi
berasal dari bahasa inggris transformation yaitu suatu proses mengubah bentuk
bahasa menjadi bentuk-bentuk lain. baik dari bentuk yang sederhana ke bentuk
yang kompleks, maupun dari bentuk yang kompleks ke bentuk yang sederhana. Maka
tranformasi kalimat berupa perubahan bentuk kalimat menjadi bentuk kalimat
lain.
Jenis-jenis
transformasi sebagai berikut:
1.
Transformasi jeda, yaitu dengan menggunakan jeda.
Jeda
adalah perhentian sebentar. Perhentian sebentar ini dalam kalimat dapat
diwujudkan setelah mengucapakan kata-kata yang ada di dalam kalimat.
Contoh:
a. Ibu Ruminah seorang guru.
b. Ibu, Ruminah seorang guru.
c. Ibu Ruminah, seorang guru.
d. Ibu, Ruminah, seorang guru.
b. Ibu, Ruminah seorang guru.
c. Ibu Ruminah, seorang guru.
d. Ibu, Ruminah, seorang guru.
Penempatan
jeda mengakibatkan kalimat a) yang masih meragukan menjadi kalimat b) c) dan d)
yang memiliki maksud berbeda. Kalimat b) yang berprofesi sebagai guru
adalah Ruminah; kalimat c) yang berprofesi sebagai guru adalah Ibu Ruminah; dan
d) yang berprofesi sebagai guru adalah Ibu dan Ruminah. Tanda baca (,) yang
merupakan perhentian sebentar memiliki makna yang dalam.
Jadi dalam
menulis harus memperhatiakan tanda baca agar pemabaca dapat mememahami
informasi yang disampaikan. Informasi yang tidak bisa dipahami pembaca
mengakibatkan tulusan seorang penulis tidak komunikatif.
Kalimat
minor atau minim juga dapat dijadikan menjadi kalimat lain dengan transfornasi
jeda.
Contoh:
Contoh:
a. Aduh.
b. Aduh!
c. Aduh?1
d. Aduh….?
e. Aduh?
b. Aduh!
c. Aduh?1
d. Aduh….?
e. Aduh?
2. Transformasi
aposisi, yaitu dengan menggunakan kata tugas “yang”.
Perubahan
bentuk kalimat antara dua komponen menggunakan kata tugas “yang” (monovalen)
Contoh:
Contoh:
a. Almari itu dipakai tempat baju.
b. Almari itu dijual.
Bentuk transformasinnya:
b. Almari itu dijual.
Bentuk transformasinnya:
a. Almari yang dipakai tempat baju itu dijual.
b. Almari yang dijual itu dipakai tempat baju.
Kalimat a) transformasi primer sebab gagasan pertama menempati posisi depan (bagian depan/kontur depan)
Sedangakan gagasan kedua menempati posisi belakang. Pembentukan kalimat transformasi aposisi ini menggunakan tiga gagasan yang berbeda dan dideskripsikan berurutan.
Transformasi aposisi ini dimanfaatkan pada bentuk deskripsi. Karangan diskripsi mengandalkan keahlian penulis dalam membuat bentuk-bentuk kalimat transformasi aposisi.
Contoh kalimat:
b. Almari yang dijual itu dipakai tempat baju.
Kalimat a) transformasi primer sebab gagasan pertama menempati posisi depan (bagian depan/kontur depan)
Sedangakan gagasan kedua menempati posisi belakang. Pembentukan kalimat transformasi aposisi ini menggunakan tiga gagasan yang berbeda dan dideskripsikan berurutan.
Transformasi aposisi ini dimanfaatkan pada bentuk deskripsi. Karangan diskripsi mengandalkan keahlian penulis dalam membuat bentuk-bentuk kalimat transformasi aposisi.
Contoh kalimat:
a. Pemuda ini sering mengantar aku sampai ke kos.
b. Pemuda ini sering membiri ucapan selamt ulang tahun kepadaku.
c. Pemuda ini diwisuda Agustus 2005.
b. Pemuda ini sering membiri ucapan selamt ulang tahun kepadaku.
c. Pemuda ini diwisuda Agustus 2005.
Diubah
menjadi kalimat transformasi aposisi:
Menjadi
a+b+c; a+c+b; b+a+c; b+c+a; c+b+a dan c+a+b.
Pengembangan
penalaran penulis tampak dalam kalimat yang disusun. Kelogisan eskripsi akan
menjadi bahan pertimbangan bagi seorang penulis.
3.
Transformasi setara, yaitu dengan menggunakan kata tugas “dan”.
Pentransformasian
ini akan menghasilkan kalimat majemuk setara/kalimat koordinat. Dua gagasan
yang nilai komunikasinya sama disatukan oleh kata “dan”.
Contoh:
a. Hujan turun dan pohon tumbang.
b. Ayah pergi dan ibu pulang.
Hal yang bisa disatukan tentu saja memenuhi syarat nilai sama seperti kalimat diatas.
Contoh:
a. Hujan turun dan sudah wisuda.
b. Ibu menjahit dan teroris bergerak.
Ada kendala psikologis dalam penyusunan kalimat diatas, penulis nampak memaksa gagasan yang berbeda disatukan dalam satu kalimat.
b. Ayah pergi dan ibu pulang.
Hal yang bisa disatukan tentu saja memenuhi syarat nilai sama seperti kalimat diatas.
Contoh:
a. Hujan turun dan sudah wisuda.
b. Ibu menjahit dan teroris bergerak.
Ada kendala psikologis dalam penyusunan kalimat diatas, penulis nampak memaksa gagasan yang berbeda disatukan dalam satu kalimat.
4. Transformasi disjungtif, yaitu dengan menggunakan kata tugas atau/tetapi.
Penggunaan
kata atau untuk menghasilkan kesamaan dan penggunaan tetapi untuk menghasilkan
ketidaksamaan.
Contoh:
a. Ida makan, atau Ibu tidur.
a. Ida makan, atau Ibu tidur.
b. Ida
makan, tetapi Ibu tidur.
c. Saya
berbicara keras, tetapi guru menerangkan.
d. Saya
berbicara keras, tetapi guru tidak menghiraukan.
5. Transformasi opini, yaitu dengan menggunakan kata tugas “benar” atau “tidak benar”.
Opini merupakn pandangan penulis. Transformasi opini merupakan pandangan subjektif penulis. Nilai pendapat ditentukan oleh kepandaian yang dimiliki penulis. Penulis yang dipercaya tentu saja berimbas pada kepercayaan terhadap kalimat yang dibuat.
Pedapat yang berorientasi kepada pengakuan menggunakan kata tugas benar dan opini yang berorientasi kepada pengingkaran atau sanggahan menggunakan kata tugas tidak benar.
Contoh:
a. Benar, bahwa Ani mengikuti semester pendek ini.
b. Tidak
benar, rakyat belum makmur.
Opini
sering di sajikan berdasarkan pandangan seseorang terhadap hal yang terjadi di
dalam kehidupan. Logika atau penalaran yang menyertai penyusunan kalimat opini
ini adalah kondisi psikologis penuis.
Kalimat
ini bisa mendatangkan perdebatan adu argument yang serius manakala digunakan
dalam komunikasi. Komunikasi tulis akan menimbulkan perang pena.
6. Transformasi Total, yaitu dengan menggunakan bentuk afirmatif dan negasi.
Transformasi total atau dupik. Penulis menampilakn bentuk afirmatif dan negasi dalam bentuk kalimat.
Contoh:
a. Ayah pergi atau tidak pergi dan saya harus ada di rumah.
b. Sehat
atau tidak sehat, saya harus mengikuti kuliah ini.
c. Penjudi
atau bukan penjudi, tetapi mereka tetap ditangkap.
Transformasi total ini juga berdasarkan transfomasi disjungtif yang mempergunakan kata atau dan tetapi.
C. Kalimat Topik
Topik
adalah pokok pembicara atau pikiran. Topik ditentukan sebelum penulis mulai
kegiatannya. Wujud topik yang dibicarakan ada dua:
1. Topik
yang berupa bentuk kata; dan
Misal:
a. terorisme (bentuk kata berimbuhan): terror + isme.
a. terorisme (bentuk kata berimbuhan): terror + isme.
b. BBM
(bentuk singkatan)
c. Pilkada
(bentuk akronim)
d.
Antikorupsi (bentuk berimbuhan)
e. Tsunami
(bentuk kata)
2. Topik yang berupa bentuk kalimat.
Misal:
a. Terorisme sebagai ancaman perdamaian dunia.
a. Terorisme sebagai ancaman perdamaian dunia.
b. Krisis
BBM.
c.
Demokrasi rakyat tebentuk melalui pilkada.
d. Kondisi
sekolah pascatsunami.
e.
Dukungan moral terhadap gerakan antikorupsi.
Predikat kalimat topik adalah verba tak operasional, artinya bukan kata kerja transitif. Kata kerja transitif menghendaki kehadiran objek. Cara menyusun kalimat topik yaitu dengan mengganti verba transitif dengan kata tugas.
a. Fungsi kalimat topik
Kalimat topik mempunyai fungsi sebagai berikut.
1) Dapat dipakai sebagai judul karya tulis.
2) Dapat dipakai sebagai kalimat utama dalam sebuah paragraf.
3) Dapat dipaki dalam spanduk, leafled, poster, iklan, dan sebagainya.
b. Cara menyusun kalimat topik
1) Penulisan karya dimulai dengan menentukan pokok pikiran.
2) Pokok pikiran berupa nominal atau kalimat yang dinominalkan.
3) Pokok pikiran yang bernilai menyangkut kehidupan orang banyak.
4) Penulisan skripsi dapat berhubungan dengan pokok ilmu pengetahuan, bisa berupa pikiran sebagai penemuan baru.
Hal-hal
yang faktual dan aktual selalu dipikirkan oleh masyarakat luas. Penulis dapat
mengangkat hal tersebut sebagai topik. Inspirasi penulis kadang tidak
disisihkan dan tidak dijadikan topik. Penulis kadang lebih mementingkan
kebutuhan masyarakat luas. Topik yang demikian dapat diterima oleh pembaca.
5) Pokok pikiran tersebut diperluas dengan cara menambah satuan lingual yang dibutuhkan. Perluasan yang dilakukan ini sebenarnya sebagai usaha ke arah pemfokusan pembicaraan.
Contoh:
a) Koperasi merupakan kekuatan ekonomi ekonomi rakyat.
“X” +V
instransitif +”Y”
b) Minyak
tanah sebagai kebutuhan pokok rumah tangga.
“X” +V
intransitif +”Y”
Pokok
pikiran yang bisa dikembangkan sebagai karya tulis ilmiah dapat diberi contoh:
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca.
Jenis-jenis transformasi sebagai berikut:
- Transformasi Jeda, yaitu dengan menggunakan jeda.
- Transformasi Aposisi, yaitu dengan menggunakan kata tugas “yang”.
- Transformasi Setara, yaitu dengan menggunakan kata tugas “dan”.
- Transformasi Disjungtif, yaitu dengan menggunakan kata tugas atau/tetapi.
- Transformasi Opini, yaitu dengan menggunakan kata tugas benar atau tiadak benar.
- Transformasi Total, yaitu dengan menggunakan bentuk afirmatif dan negasi dalam bentuk kalimat.
Topik adalah pokok pembicara atau pikiran.
Wujud topik yang dibicarakan ada dua:
Wujud topik yang dibicarakan ada dua:
- Topik yang berupa bentuk kata; dan
- Topik yang berupa bentuk kalimat.
Predikat kalimat topik adalah verba tak operasional, artinya
bukan kata kerja transitif.
Fungsi kalimat topik:
Fungsi kalimat topik:
- Dapat dipakai sebagai judul karya tulis.
- Dapat dipakai sebagai kalimat utama dalam sebuah paragraf.
- Dapat dipaki dalam spanduk, leafled, poster, iklan, dan sebagainya.
Cara menyusun kalimat topik:
- Penulisan karya dimulai dengan menentukan pokok pikiran.
- Pokok pikiran berupa nominal atau kalimat yang dinominalkan.
- Pokok pikiran yang bernilai menyangkut kehidupan orang banyak.
- Penulisan skripsi dapat berhubungan dengan pokok ilmu pengetahuan, bisa berupa pikiran sebagai penemuan baru.
- Pokok pikiran tersebut diperluas dengan cara menambah satuan lingual yang dibutuhkan.
B. Saran
Kritik dan saran yang membangun, kami harapkan untuk perbaikan dan kemajuan karya tulis ini.
DAFTAR PUSTAKA
Rohmadi, Muhammad dkk. 2009. Bahasa Indonesia untuk penulisan karya tulis ilmiah. Surakarta: Media Perkasa
Untuk File Word nya Bisa Disedot Lansung : Kalimat Efektif



Comments
Post a Comment